BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 05 Juli 2012

Perjuangan Tidak Selamanya Berbuah Manis


Memulai hal yang baru dalam hidup kita, mungkin memerlukan pemikira yang sangat matang. Karena kembali lagi, kita harus tau resikonya. Dan itu saya alami saat saya ingin mengikuti suatu tes di kampus, yaitu tes menjadi seorang asisten lab. Awalnya niat saya untuk menjadi asisten lab sangat kuat, karena saya bukan tipe orang yang monoton, yang hanya pulang pergi kampus dan rumah. Itu adalah tekat awal sebulum saya masuk ke perguruan tinggi. Saya tidak mau hanya menjadi mahasiswa yang hanya biasa saja. Yang pulang pergi kampus rumah. Dan pada sampai akhirnya saya ternyata kuliah di depok. Tempat yang jauh dari rumah saya. Dan itu memaksa saya untuk memilih ngekost di sekitar kampus. Karena hal itulah semakin kuatlah tekat saya untuk mengikuti berbagai macam kegiatan kampus. Karena akan sangat membosankan bila hanya berkuliah saja.
Dan oleh karena itu, saya mengambil kegiatan paduan suara yang ada dikampus saya. Itu merupakan kegiatan yag saya senangi, karena bernyanyi adalah hobby saya. Dan melakukan kegiatan atas dasar hobby itu sangat menyenangkan. Walaupun kegiatan saya cukup mengambil banyak waktu saya, untungnya semua itu tidak mengganggu kuliah saya. Dan pada suatu saat, sebuah lab membuka lowongan untuk menerima asisten baru. Itu adalah hal yang saya tunggu-tunggu, karena menjadi seorang asisten sama saja seperti menjadi seorang guru, dan itu merupakan salah satu cita-cita saya. Akhirnya saya dan teman-teman saya mulai mendaftar dengan semangatnya. Mendaftar di lab ini ternyata bukan hal yang mudah. Banyak sekali syarat-syarat yang harus saya penuhi. Pada tahap awal yaitu tahap administrasi, dan untungnya sampai tahap ini, saya masih diberi kelancaran dan akhirnya saya lolos ditahap ini.
Tapi tidak hanya sampai disitu saja, setelah saya lolos tahap registrasi, dilanjutkan oleh pembuatan sebuah makalah, dan membuat makalah ini tidak mudah, karena saya harus memiliki minimal 2 sumber buku, akhirnya dengan niat yang masih bergebu-gebu saya dan teman-teman saya memutuskan untuk mencari buku di perpustakaan kampus kami, saya bekerja sama dan saling membantu satu sama lain untuk mencari-cari buku yang kami butuhkan untuk menjadi bahan referensi kami. Akhirnya masing-masing dari kami menemukan buku yang cocok untuk menjadi bahan referensi kami. Ternyata saat kami mengerjakan makalah tersebut, bukan hanya buku saja yang menjadi kendala kami, masih banyak lagi kendala-kendala yang harus kami hadapi, sampai terbenak dipikiran saya untuk mundur saja dari asisten lab ini. Tapi teman-teman saya memberikan semngat untuk saya, dan mereka meminta saya untuk tidak mundur karena kita udah setengah jalan, masa iya harus mundur. Dan omongan mereka membuat saya sadar, kalau saya tidak boleh mundur. Akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk mundur dan tetap maju dan mngerjakan makalah tersebut.
Akhirnya makalah pun selesai dan saya pun sudah mengirimkan makalahnya ke email yang mereka kasih. Tapi teryata, tidak sampai disitu saja, pada saat saya membuat printout dari makalah tersebut, ternyata dataya tidak bisa diprint, disitu say sudah mulai putus asa karena, dalam waktu setengah jam lagi, pemilihan asisten lab akan dimulai, akhirnya saya kembali lagi ke kostan dan mengambil data yang baru, dan ternyata datanya bisa diprint. Untuk sementara waktu saya cukup lega. Sampai pada akhirnya acara penerimaan asisten lab tersebut dimulai. Tes pertama yaitu tes tutorial, jantung saya pun berdebar dengan kuatnya sebelum nama saya dipanggil, bersama puluhan pelamar yang ada, kami mulai mempelajari makalah kami, karena yang akan kami tutorkan nanti adalah sesuai dengan makalah yang kami buat. Keadaan diruang tersebutpun menjadi gaduh karena kami saling berbicara satu dengan yang lainnya.
Sampai akhirnya nama saya pun dipanggil untuk menjadi tutor, tambah berdebar dengan kencang jantung ini, tapi saya berusaha untuk tetap tenang, dan mulai menjadi tutor, samapai akhirnya saya telah menyelaesaikan tugas asaya menjadi tutor saya cukup puas karena menurut saya, saya bisa pada saat menjadi tutor tani, akhirnya setelah semua telah menjadi tutor, pengumuman lolos untuk lanjut ketahap berikutnya pun dipasang, disitu saya pun tambah deg-degan karena takutnya saya, tapi ternyata deg-degan itu berubah menjadi kebahagiaan, karena saya ternyata lolos di tahap tutorial ini, dan teman-teman saya yang lain pun ternyata lolos. Dan kami melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu wawancara, dengan berbagai macam pertanyaan, saya pun menjawab semampu saya, dan ternyata saya dan teman-teman yang lain lolos ke tahap berikutnya.
Dan tahap berikutnya adalah tahap simulasi, disini kami diberi pertanyaan yang klasik yang ada di lab tersebut, dan kami harus menjawab seolah kami adalah seorang KP (Ketua Praktikum), dan saya menjawab dengan pengetahuan yang saya miliki, dan menjawab seolah-olah saya adalah memang seorang KP.dan akhirnya tes simulasi adalah akhir perjuangan saya untuk menjadi asisten lab di laboraterium tersebut. Karena ternyata saya tidak lolos ke tahap selanjutnya, entah apa yang menjadi bahan pertimbangan mereka. Tapi yang saya yakini, mereka mencari orang yang terbaik, dan mungkin itu bukan saya.
Rasa kecewa memang ada dalam diri saya, tapi itu adlah kenyataannya, dan dari situ saya mulai berpikir, ternyata saya belum pantas menjadi seorang asisten lab, dan masih banyak yang lebih baik. Saya pun berusaha untuk lapang dada dan menerima itu semua. Dan akhirnya pengalaman berharga yang saya ambil dalam pengalam ini adalah, segala sesuatu yang kita perjuangakan memang tidak selalu berbuah manis. Memang berat dan rasanya ingin sekali marah pada saat itu, karena kerja keras yang saya lakukan ternyata tidak membuahkan hasil yang baik. Tapi dari pengalaman ini saya belajar untuk menjadi orang yang bisa menerima kegagalan. Karena tidak selamanya kita akan selalu mendapatkan apa yang kita mau, terkadang dengan kegagalan tersebut kita bisa mendapatkan hal lain yang lebih indah. Dan itu yang saya tanamkan dalam pikiran saya untuk saya selalu positif thinking dan bangkit dari penyesalan yang ada.

0 komentar: